Laman

PILIH WARNA LATAR BLOG SESUAI MINAT ANDA

20140116

Bismillah sebagai Spirit Kesempurnaan


Bismillahirrahmanirrahim

Basmalah atau Bismillah adalah istilah bagi bacaan “Bismillahirrahmanir-rahim” yang biasanya diterjemahkan “Dengan Asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Membaca Basmalah pada setiap memulai aktifitas kehidupan merupakan pernyataan bahwa aktifitas yang akan dilakukan itu meng-atasnama-kan Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang. Ketika seseorang membaca basmalah saat memulai membaca misalnya, maka berarti ia menyatakan bahwa aktifitas membaca itu dilakukan atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Ketika Anda membaca Basmalah saat mulai bekerja, berarti anda menyatakan bahwa pekerjaaan yang anda lakukan itu atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Pendek kata bahwa ketika seseorang memulai aktifitasnya dengan Basmalah berarti aktifitas yang ia lakukan itu bukan atas nama dirinya sendiri, bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. 

“Segala aktifitas kehidupan yang baik, yang tidak diawali dengan bismillahirramanirrahim tidak sempurna”.
 (HR. Abu Dawud).

20130927

IBADAH QURBAN; Permasalahan dan Penjelasannya

Qurban merupakan salah satu ibadah tahunan yang tujuan utamanya mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallâh). Kita perlu bersyukur bahwa akhir-akhir ini sudah banyak masyarakat yang menyadari akan pelaksanaan ibadah ini, sehingga kita bisa menyaksikan bahwa jumlah hewan yang diqurbankan senantiasa meningkat setiap tahunnya.

Namun demikian, ibadah qurban ini masih menyisakan beberapa permasalahan yang sering ditanyakan oleh kaum muslimin di berbagai penjuru dunia, seperti: wajibkah melaksanakan ibadah qurban?; kambing atau sapi, mana yang lebih baik untuk qurban?; bolehkah berutang untuk berqurban?; bagaimana hukum berqurban untuk orang yang telah meninggal?; bolehkah mengolah daging qurban dan menjadikannya dalam kemasan kaleng?; dan sebagainya.

20130426

Shalat Sunnah Sambil Duduk Tanpa Sebab, Bolehkah?


Ada sebuah fenomena yang menarik ketika saya mengunjungi sebuah masjid di daerah Jawa Barat ini, tatkala jamaah masjid tersebut selesai melaksanakan shalat berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan shalat rawatib, tepatnya shalat ba’da Isya. Namun ternyata hampir semua jama’ah melaksanakannya dengan cara duduk. Saya berpikir, apakah mereka semua sedang dalam kondisi sakit? Tapi hal itu saya rasa tidak mungkin!!! Masa sakit berjamaah?

Penasaran dengan hal tersebut, akhirnya saya berupaya mencari keterangan tentang kejadian tersebut. Hasil pencarian itu adalah sebagai berikut.

20130411

Hukum Bisnis Forex Trading

Dalam perspektif hukum Islam, bisnis forex trading (perdagangan valas) dapat dimasukkan ke dalam kategori al-masa’il al-mu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni

Sholat Jum'at di Negara Minoritas Muslim

Sebenarnya kewajiban shalat Jumat itu sendiri baru ada kalau ada sejumlah syarat tertentu. Bila salah satu syarat itu tidak terpenuhi, maka tidak ada kewajiban untuk melakukan shalat Jumat. Misalnya berkaitan dengan apa yang ada pada diri seseorang, bisa saja membuatnya tidak wajib menjalankan shalat Jumat, misalnya wanita, anak-anak yang belum baligh, orang sakit dan juga orang yang dalam perjalanan.

20130206

Jangan Bertawakal pada Mata

Di Mesir ada seorang pemuda bernama Abbas Assisi. Suatu hari ia bersilaturahim dengan Syaikh Hasan Al-Banna, pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin.  Kemudian keduanya berdialog.

Uban adalah Cahaya Bagi Seorang Mukmin

 مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ

Barangsiapa memiliki uban di jalan Allah walaupun hanya sehelai, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: “Orang-orang pada mencabut ubannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Siapa saja yang ingin, silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat). (HR. Al Bazzar, At Thabrani dalam Al Kabir dan Al Awsath dari riwayat Ibnu Luhai’ah, namun perowi lainnya tsiqoh –terpercaya-. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan)