Yayasan Baitul Ummah Madani on Akikah untuk Desa

Kata akikah yang terdapat dalam bahasa Indonesia berasal dari kata bahasa Arab, yakni aqiqah. Secara harfiah, kata ini bermakna “rambut yang terdapat pada kepala bayi”, atau “rambut bayi”. Rambut yang terdapat pada kepala selain bayi, bukan 'aqiqah', tetapi disebut 'sya'r'. 'Rambut bayi' selain disebut 'aqiqah', juga disebut 'iqqah' dan 'aqiq'. 
Inti pelaksanaan akikah adalah sebagai tanda syukur ke hadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan anak tersebut. Islam mengajarkan kepada penganutnya agar merayakan kehadiran anak, tanpa membedakan anak laki dan anak perempuan, anak yang lahir normal maupun yang berbeda dari normal (difabel).

Hubungan Ilmu Tasawuf dengan Ilmu Lain

Karena ilmu tasawuf merupakan ilmu yang pokok dan syarat utama bagi disiplin ilmu yang lain, sebab tidak akan ada ilmu dan amal kecuali dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah. Jadi nisbah ilmu tasawuf terhadap ilmu yang lain bagaikan nisbah ruh bagi jasad. Ilmu tasawuf adalah ruh, sementara ilmu yang lain adalah jasad. Jasad tidaklah dapat hidup tanpa ruh, sebaliknya ruh bisa hidup tanpa jasad.

Asal-Usul Tasawuf

Banyak para pakar yang memberikan definisi terhadap istilah tasawuf. Definisi satu dengan yang lainnya berbeda-beda, tergantung dari sisi mana pakar tadi meninjaunya. Ada yang melihat dari sisi sejarah kemunculannya, ada yang melihat dari sisi fenomena sosial di abad klasik dan pertengahan, juga ada yang melihatnya dari sisi substansi ajarannya. Disamping itu, ada juga yang melihatnya dari sisi tujuannya.

Teori pertama,

Pengertian Tasawuf

Menurut Muhammad bin Ali al-Qasab, guru Imam Junaid al-Bagdadi, tasawuf adalah akhlak mulia yang nampak di zaman yang mulia dari seorang manusia mulia bersama kaum yang mulia. 

Menurut al-Junaid al-Bagdadi (W. 297 H):
 التصوف هو ان تكون مع الله بلا علاقة
Artinya: “Tasawuf adalah: engkau ada bersama Allah tanpa ‘alāqah (tanpa perantara).”

Dalam statemen yang agak lengkap ia mengatakan “tasawuf adalah Allah mematikanmu, Allah menghidupkanmu dan kamu ada bersama Allah tanpa perantara.”

Tasawuf dalam Sistem Ajaran Islam

Tasawuf merupakan bagian integral dari sistem ajaran Islam. Islam tanpa tasawuf bukanlah Islam kaffah sebagaimana  yang diajarkan Rasulullah SAW. Islam kaffah adalah Islam yang di dalamnya terpadu aspek akidah, syariat, dan hakikat. Dari akidah lahir tauhid, dari syariat lahir fikih, dan dari hakikat lahir tasawuf, yang kemudian melahirkan tarekat. Al-Gazali biasanya menggunakan istilah tauhid, fikih, dan tasawuf untuk memberikan padanan pada ketiga aspek tadi (aqidah, syariat dan hakikat).

Disiplin dalam Bekerja

Drs. KH. Zezen Zainal Bazul Asyhab
 
Kata disiplin sudah sangat dikenal sejak kecil. Pertanyannya adalah apakah kita sudah menjadi manusia yang disiplin secara hakiki? 

Pendidikan Karakter Menurut Islam


“Janganlah engkau memaksakan anak-anakmu   sesuai dengan pendidikanmu, karena sesungguhnya merekdiciptakan untuk zaman yang bukan zaman kalian. Cetaklah tanah selama ia masih basah dan tanamlah kayu selama ia masih lunak” (Ali bin Abi Thalib).

Membangun Karakter Perspektif al-Quran

Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, MA

Mengubah hati berbeda dengan mengisi kepala. Ilmu berbeda dengan agama, ceramah ilmiah berbeda dengan dakwah Islamiyah. Ceramah ilmiah mengharuskan adanya hal baru yang disampaikan penceramahnya, tetapi dakwah islamiyah tidak mengharuskan adanya sesuatu yang baru. Karena Ilmu kaitannya dengan otak bisa tertangkap olehnya walau hanya disampaikan sekali, tetapi yang berkaitan dengan hati (qolbu) terkadang harus berulang-ulang. Itu sebabnya dalam al-Quran berulang kali kita temukan aqiimu as-shalat, ini artinya bahwa yang belum shalat, yang tidak shalat, senantiasa diseru untuk ikut mendirikan shalat.

APA KABAR SYAHADATKU?

Aku bersaksi bahwa tiada Illah selain Alloh, dan Muhammad adalah utusan Alloh.

Bersaksi, tentunya yang bersaksi adalah seorang saksi, seorang saksi tentunya adalah orang yang menyaksikan dan mengakui, dan mengerjakan kebenaran, makanya kita bersaksi.

Artinya ketika kita bersyahadat, kita mengakui ke

Merenungi Kemenangan Thalut

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah:249)

Bismillah sebagai Spirit Kesempurnaan


Bismillahirrahmanirrahim

Basmalah atau Bismillah adalah istilah bagi bacaan “Bismillahirrahmanir-rahim” yang biasanya diterjemahkan “Dengan Asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Membaca Basmalah pada setiap memulai aktifitas kehidupan merupakan pernyataan bahwa aktifitas yang akan dilakukan itu meng-atasnama-kan Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang. Ketika seseorang membaca basmalah saat memulai membaca misalnya, maka berarti ia menyatakan bahwa aktifitas membaca itu dilakukan atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Ketika Anda membaca Basmalah saat mulai bekerja, berarti anda menyatakan bahwa pekerjaaan yang anda lakukan itu atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Pendek kata bahwa ketika seseorang memulai aktifitasnya dengan Basmalah berarti aktifitas yang ia lakukan itu bukan atas nama dirinya sendiri, bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. 

“Segala aktifitas kehidupan yang baik, yang tidak diawali dengan bismillahirramanirrahim tidak sempurna”.
 (HR. Abu Dawud).