Bantuan Rutin Transfusi Darah

Keluarga Bapak Sabar merupakan salah satu mustahiq yang senantiasa mendapatkan alokasi bantuan berobat dari Yayasan Baitul Ummah (Divisi Sosial). Bantuan ini sudah merupakan kewajiban setiap bulannya bagi Yayasan. Bagaimana tidak? Keluarga Bapak sabar yang hanya berpenghasilan dari jualan siomay, harus membiayai anaknya (Desi) setiap dua minggu sekali, bahkan seminggu sekali untuk melakukan transfusi darah yang biayanya dipastikan ratusan ribu per-sekali transfusi. Belum lagi biaya anak-anaknya yang masih sekolah. Apalagi kalau ditambah dengan biaya hidup?!

Desi (baju biru) terserang penyakit thalasemia sejak usianya masih dini. Thalassemia yang merupakan kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), dimana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb). Hal ini berujung dengan anemia (‘kekurangan darah’) yang dimulai sejak usia anak-anak hingga sepanjang hidup penderitanya.

CARA BARU BERSEDEKAH: Tanpa Mengeluarkan Uang dari Saku Sendiri

Sedekah/infaq merupakan salah satu perintah Allah dan Rasul-Nya. Dalam salah satu firman-Nya, Allah SWT menyatakan: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” ( QS.  Al-Baqarah Ayat 261 ).

Secara naluri, mungkin setiap orang ingin memperoleh kebaikan tersebut, namun kadang-kadang kita merasa berat untuk mengeluarkan sebagian harta dari saku kita. Banyak hal yang menyebabkan keengganan tersebut.

Melalui tulisan ini, kami ingin mengajak kepada pembaca semua, bahwa seandainya pun belum bisa bersedekah dengan harta yang kita rogoh dari saku sendiri, ternyata dengan kemajuan teknologi dan informasi, kita bisa bersedekah TANPA MENGELUARKAN UANG/HARTA dari saku kita.

Lho kok bisa?

Dimensi Esoteris Ibadah Qurban


Berqurban merupakan perintah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan menunaikannya. Ia merupakan salah satu bentuk ibadah maaliyah ijtimaiyah yang memiliki efek ganda, yaitu ketauhidan dan manfaat sosial. Dalam istilah fikih, qurban disebut udhiyyah yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah  adalah hewan yang disembelih (unta, sapi, kambing) pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ibadah qurban yang dilaksanakan umat Islam merupakan perpanjangan tangan dari sejarah agung pengurbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s terhadap putranya Ismail a.s. Kisah pengurbanan tersebut banyak meninggalkan dimensi/makna esoteris (aspek batin, hakikat, inti atau substansi ) yang sejatinya harus kita aktualisasikan dalam kehidupan saat ini.

TEBAR QURBAN PEDULI DESA

SELAYANG PANDANG
Berqurban merupakan perintah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan menunaikannya. Ia merupakan salah satu bentuk ibadah maaliyah ijtimaiyah yang memiliki efek ganda, yaitu ketauhidan dan manfaat sosial.

Dengan qurban, seorang muslim akan mampu menghilangkan rasa memiliki berlebihan terhadap harta, dan sebagai bentuk mendahulukan perintah Allah semata. Dari sisi manfaat sosial, qurban mampu menjadi jembatan penghubung antara kaum papa dan berada. Sehingga mereka bersatu dalam sebuah ketaatan karena Allah semata.
Ibadah qurban selayaknya